BAB I
PENDAHULUAN
S.K.
Trimurti adalah seorang pejuang politik dan seorang guru yang hebat. Selain itu ia juga menjadi
menteri. Trimurti adalah seorang yang baik hati dari keluarga Priyayi Jawa. Ia mengajar di sekolah “ongko loro” yang bertempat di Alun –alun kidul kota Solo.
Trimurti
mempunyai pendidikan di Meisjes
Normaal School dengan setatus
yang baik. Ia adalah anak yang membawa
berkah bagi keluarga Mangunsuromo. Ia adalah anak yang
baik hati, pintar dan pantang
menyerah. Ia adalah seorang
yang hebat.
Trimurti
pernah dipenjara. Setelah keluar dari penjara ia berganti nama dengan nama
Surastri yang diambil dari nama kepanjangannya. Ia terus melanjutkan
perjuangan yang ia belum tercapai.
Surastri
aktif sebagai Dewan Pimpinan Yayasan Tenaga Kerja Indonesia (YTKI). Ia juga mengelola
majalah Spiritual “Mawas Diri”. Surastri
telah dicatat sebagai salah satu sosok yang peduli terhadap bangsa dan negara.
BAB II
ISI
Surastri
Karma Trimurti adalah anak dari keluarga Mangunsuromo dan lahir di Boyolali
pada hari Sabtu tanggal 11 Mei 1912. Saat itu ayahnya masih menjabat Carik
(juru tulis). Seiring dengan perjalannya waktu, karir Mangunsuromo perlahan
lahan meningkat. Beberapa tahun kemudian Mangunsuromo berhasil menjabat sebagai
camat. Kakak Trimurti pun berhasil menjabat sebagai wedana.
Pada
usia 5 tahun Trimurti sudah bisa berfikir tentang kesulitan dan penderitaan yang
menimpa rakyat jelata. Kemampuan itu muncul karena dalam kesehariannya ia
menyaksikan secara langsung anak-anak bertelanjang bulat tidak memakai pakaian.
Trimurti pun menjadi anak yang peduli dan membela kaum jelata.
Ketika
Trimurti menyadari bahwa dirinya mendapatkan kodrat sebagai seorang anak
perumpuan. Perlakuan seperti ini merupakan bagian dalam budaya masyarakat yang bersifat
feodalistik. Anak laki-laki dari keluarga priyayi biasanya menjalin pendidikan
dasar pertamanya di HIS (Hollands
Inlandshe School) yaitu sekolah dasar Hindia Belanda. Sedangkan anak
pribumi bersekolah di Volksschool
atau disebut sekolah “Ongko Loro” karena masa pendidikannya yang hanya berlangsung
dua tahun.
Trimurti
dimasukkan ke Tweede Inlandsche School karena
letak sekolah tersebut persis di depan kantor
camat ayahnya. Trimurti menyelesaikan pendidikan dasarnya selama dua
tahun. Karena ayahnya dikirimkan ke Jebres,
Solo maka ia pun mengikuti ayahnya dan melanjutkan pendidikannya di Meisjes Normaal School atau sekolah guru
putri. Trimurti pun merasa iri dengan kakak laki-lakinya yang sekolah di Europese Leger School (ELS) di Klaten. ELS
adalah sekolah bergengsi yang khusus untuk anak-anak Eropa dan anak-anak yang
berasal dari golongan priyayi.
Pada
tahun 1930 Trimurti menyelesaikan pendidikannya di Meisjes Normaal School dengan
status sebagai lulusan terbaik. Dengan memiliki ijazah itu, Trimurti dapat
bekerja menjadi guru. Ia ditempatkan di sekolah tempat ia pernah belajar. Ia pun
menjadi rekan bagi para guru-guru yang dahulu pernah mengajarnya. Penempatan
tersebut membuat Trimurti tidak nyaman dengan keadaan sekolah itu. Tidak lama
kemudian Trimurti mendapat pindah tugas mengajar. Ia pun mengajar di Sekolah
Ongko Loro yang bertempat di Alun-alun Kidul, Solo.
Trimurti
berkenalan dengan seorang pemuda yang bernama Mohammad Ibnu Sayuti(Sayuti
Melik). Pemuda itu adalah anggota Partai Indonesia Raya dan karena aktifitas
politiknya pernah mengalami pembuangan di Boven Digul. Pada tanggal 19 Juli
1938 Trimurti menikah dengan Sayuti Melik. Pasangan ini mendirikan majalah
bulanan Pesat. Saat menghadiri Konggres Persatuan Jurnalis Indonesia (PERDI) di
Solo, tepatnya tanggal 11 April 1939, anak pertmanya lahir diberi nama Musafi
Budiman.
Pada
awal Maret 1942, bala tentara Jepang datang. Pada tanggal 1 Juni 1942 anak
kedua Trimurti lahir dan diberi nama Heru Baskoro. Jepang membentuk Badan Usaha
Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan ditugaskan untuk menyusun sebuah negara
jika kemerdekaan telah diberikan. BPUPKI kemudian berubah nama menjadi Panitia
Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).
Pada
tanggal 14 Agustus 1945, Jepang menyatakan menyerah kepada sekutu. Pada tanggal
17 Agustus 1945 Soekarno dan Muhammad Hatta menyatakan Proklamasi Kemerdekan.
Naskah Proklamasi diketik oleh Sayuti Melik.
Pada
masa Hindia Belanda Trimurti telah membina Gabungan Serikat Buruh Partikelir
Indonesia (GAPSI) dalam rangka menyatukan seluruh buruh swasta di Indonesia. Ketika
tinggal di Jakarta, Trimurti juga aktif di Barisan Buruh Indonesia dan Gabungan
Serikat Buruh Indonesia. Pada bulan Mei 1946 dalam konggres buruh di Madiun, berdirilah
Partai Buruh indonesi (PBI).
Trimurti
diangkat menjadi Menteri Perburuhan pada kabinet ke-5, sejak tanggal 3 Juli
1947 sampai 23 Januari 1948. Pada tanggal 29 Juni 1948 kabinet Amir Syarifuddin
jatuh dan menyerahkan mandatnya kepada Bung karno. Pada tanggal 11 November
1947 dilakukan perubahan kebinet dengan memasukkan unsur Masyumi. Bung Karno
mencetuskan konsep Nasakom (Nasional Agama dan Komunis ). Puncaknya adalah
peristiwa Gerakan 30 September (G.30S) tahun 1965 yang dipimpin oleh Lektol Untung Samsuri.
Setelah
itu, presiden Soekarno digantikan oleh Soeharto. Selama Rezim Orde baru,
Trimurti mengisi hari-harinya dengan aktif di Dewan Harian Angkatan 45. Selain itu
ia juga membantu menangani masalah di bidang ekonomi, keuangan dan pembangunan.
Ia menjadi Dewan Pimpinan Yayasan Tenaga Kerja Indonesia (YTKI). Pada 1972-1980, Trimurti mengelola majalah spiritual
Mawas Diri.
BAB III
ULASAN
Trimurti
sangat bersemangat demi mencapai cita-citanya walaupun ia pernah gagal dalam berpolitik.
Trimurti tetap berusaha sekuat-kuatnya untuk membela bangsa. Trimurti pun
selalu sabar terhadap cobaan yang diberikan Allah SWT dalam menggapai
cita-citanya.
Pelajaran
yang bisa diambil dari Trimurti ialah ia selalu berjuang tanpa mengenal lelah.
Ia selalu sabar menghadapi cobaan yang berat. Ia adalah wanita yang hebat dan
jasanya sangat luar biasa bagi bangsa dan negara. Ia bekerja keras demi
menggapai cita-citanya. Ia tidak pernah pantang menyerah.
Kita
harus meneladani kehidupan Trimurti. Kita harus mengenang jasa-jasa nya yang
telah berjuang demi membela bangsa dan Negara.

Alhamdulillah trima kasih atas data yg sangat bermanfaat ini. Salam
BalasHapus