Rabu, 10 Oktober 2012

SK Trimurti


SK TRIMURTI

BAB I
PENDAHULUAN

S.K. Trimurti adalah seorang pejuang politik dan seorang  guru yang hebat. Selain itu ia juga menjadi menteri. Trimurti adalah seorang yang baik hati dari keluarga Priyayi  Jawa. Ia mengajar di sekolah “ongko loro”  yang bertempat di Alun –alun kidul kota Solo.
Trimurti mempunyai pendidikan di  Meisjes  Normaal  School dengan setatus yang  baik. Ia adalah anak yang membawa berkah  bagi  keluarga Mangunsuromo. Ia adalah anak yang baik hati,  pintar dan pantang menyerah.  Ia adalah  seorang  yang hebat.
Trimurti pernah dipenjara. Setelah keluar dari penjara ia berganti nama dengan nama Surastri yang diambil dari nama kepanjangannya. Ia terus melanjutkan perjuangan  yang ia belum tercapai.
Surastri aktif sebagai Dewan Pimpinan Yayasan Tenaga Kerja Indonesia (YTKI). Ia juga mengelola majalah Spiritual “Mawas Diri”.  Surastri telah dicatat sebagai salah satu sosok yang peduli terhadap bangsa  dan negara.

BAB II
ISI

Surastri Karma Trimurti adalah anak dari keluarga Mangunsuromo dan lahir di Boyolali pada hari Sabtu tanggal 11 Mei 1912. Saat itu ayahnya masih menjabat Carik (juru tulis). Seiring dengan perjalannya waktu, karir Mangunsuromo perlahan lahan meningkat. Beberapa tahun kemudian Mangunsuromo berhasil menjabat sebagai camat. Kakak Trimurti pun berhasil menjabat sebagai wedana.
Pada usia 5 tahun Trimurti sudah bisa berfikir tentang kesulitan dan penderitaan yang menimpa rakyat jelata. Kemampuan itu muncul karena dalam kesehariannya ia menyaksikan secara langsung anak-anak bertelanjang bulat tidak memakai pakaian. Trimurti pun menjadi anak yang peduli dan membela kaum jelata.
Ketika Trimurti menyadari bahwa dirinya mendapatkan kodrat sebagai seorang anak perumpuan. Perlakuan seperti ini merupakan bagian dalam budaya masyarakat yang bersifat feodalistik. Anak laki-laki dari keluarga priyayi biasanya menjalin pendidikan dasar pertamanya di HIS (Hollands Inlandshe School) yaitu sekolah dasar Hindia Belanda. Sedangkan anak pribumi bersekolah di Volksschool atau disebut sekolah “Ongko Loro” karena masa pendidikannya yang hanya berlangsung dua tahun.
Trimurti dimasukkan ke Tweede Inlandsche School karena letak sekolah tersebut persis di depan kantor  camat ayahnya. Trimurti menyelesaikan pendidikan dasarnya selama dua tahun.  Karena ayahnya dikirimkan ke Jebres, Solo maka ia pun mengikuti ayahnya dan melanjutkan pendidikannya di Meisjes Normaal School atau sekolah guru putri. Trimurti pun merasa iri dengan kakak laki-lakinya yang sekolah di Europese Leger School (ELS) di Klaten. ELS adalah sekolah bergengsi yang khusus untuk anak-anak Eropa dan anak-anak yang berasal dari golongan priyayi.
Pada tahun 1930 Trimurti menyelesaikan pendidikannya di Meisjes Normaal School  dengan status sebagai lulusan terbaik. Dengan memiliki ijazah itu, Trimurti dapat bekerja menjadi guru. Ia ditempatkan di sekolah tempat ia pernah belajar. Ia pun menjadi rekan bagi para guru-guru yang dahulu pernah mengajarnya. Penempatan tersebut membuat Trimurti tidak nyaman dengan keadaan sekolah itu. Tidak lama kemudian Trimurti mendapat pindah tugas mengajar. Ia pun mengajar di Sekolah Ongko Loro yang bertempat di Alun-alun Kidul, Solo.
Trimurti berkenalan dengan seorang pemuda yang bernama Mohammad Ibnu Sayuti(Sayuti Melik). Pemuda itu adalah anggota Partai Indonesia Raya dan karena aktifitas politiknya pernah mengalami pembuangan di Boven Digul. Pada tanggal 19 Juli 1938 Trimurti menikah dengan Sayuti Melik. Pasangan ini mendirikan majalah bulanan Pesat. Saat menghadiri Konggres Persatuan Jurnalis Indonesia (PERDI) di Solo, tepatnya tanggal 11 April 1939, anak pertmanya lahir diberi nama Musafi Budiman.
Pada awal Maret 1942, bala tentara Jepang datang. Pada tanggal 1 Juni 1942 anak kedua Trimurti lahir dan diberi nama Heru Baskoro. Jepang membentuk Badan Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan ditugaskan untuk menyusun sebuah negara jika kemerdekaan telah diberikan. BPUPKI kemudian berubah nama menjadi Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).
Pada tanggal 14 Agustus 1945, Jepang menyatakan menyerah kepada sekutu. Pada tanggal 17 Agustus 1945 Soekarno dan Muhammad Hatta menyatakan Proklamasi Kemerdekan. Naskah Proklamasi diketik oleh Sayuti Melik.
Pada masa Hindia Belanda Trimurti telah membina Gabungan Serikat Buruh Partikelir Indonesia (GAPSI) dalam rangka menyatukan seluruh buruh swasta di Indonesia. Ketika tinggal di Jakarta, Trimurti juga aktif di Barisan Buruh Indonesia dan Gabungan Serikat Buruh Indonesia. Pada bulan Mei 1946 dalam konggres buruh di Madiun, berdirilah Partai Buruh indonesi (PBI).
Trimurti diangkat menjadi Menteri Perburuhan pada kabinet ke-5, sejak tanggal 3 Juli 1947 sampai 23 Januari 1948. Pada tanggal 29 Juni 1948 kabinet Amir Syarifuddin jatuh dan menyerahkan mandatnya kepada Bung karno. Pada tanggal 11 November 1947 dilakukan perubahan kebinet dengan memasukkan unsur Masyumi. Bung Karno mencetuskan konsep Nasakom (Nasional Agama dan Komunis ). Puncaknya adalah peristiwa Gerakan 30 September (G.30S)  tahun 1965 yang dipimpin oleh Lektol Untung Samsuri.
Setelah itu, presiden Soekarno digantikan oleh Soeharto. Selama Rezim Orde baru, Trimurti mengisi hari-harinya dengan aktif di Dewan Harian Angkatan 45. Selain itu ia juga membantu menangani masalah di bidang ekonomi, keuangan dan pembangunan. Ia menjadi Dewan Pimpinan Yayasan Tenaga Kerja Indonesia (YTKI).  Pada 1972-1980, Trimurti mengelola majalah spiritual Mawas Diri.

BAB III
ULASAN

Trimurti sangat bersemangat demi mencapai cita-citanya walaupun ia pernah gagal dalam berpolitik. Trimurti tetap berusaha sekuat-kuatnya untuk membela bangsa. Trimurti pun selalu sabar terhadap cobaan yang diberikan Allah SWT dalam menggapai cita-citanya.
Pelajaran yang bisa diambil dari Trimurti ialah ia selalu berjuang tanpa mengenal lelah. Ia selalu sabar menghadapi cobaan yang berat. Ia adalah wanita yang hebat dan jasanya sangat luar biasa bagi bangsa dan negara. Ia bekerja keras demi menggapai cita-citanya. Ia tidak pernah pantang menyerah.
Kita harus meneladani kehidupan Trimurti. Kita harus mengenang jasa-jasa nya yang telah berjuang demi membela bangsa dan Negara.


1 komentar:

  1. Alhamdulillah trima kasih atas data yg sangat bermanfaat ini. Salam

    BalasHapus